Wamena – Gumpalan awan yang biasanya menyelimuti lembah Wamena seakan memberi jalan bagi sebuah pemandangan bersejarah. Pada Selasa, 29 Juli 2025, pesawat Boeing 737-500 milik maskapai Sriwijaya Air melaju mulus di landasan Bandara Wamena. Namun, sorotan tidak hanya tertuju pada burung besi yang megah itu, melainkan pada sosok perempuan yang turun dari pintu pesawat, Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. Ribka Haluk.
Momen haru itu terekam jelas. Di tengah sambutan meriah, Dr. Ribka Haluk tidak langsung melangkah ke karpet merah. Ia menghentikan langkahnya, membungkuk, dan melakukan sujud syukur di atas aspal landasan pacu. Aksi spontan ini menjadi simbol mendalam dari perjuangan dan harapan yang kini terwujud: terbukanya jalur penerbangan langsung rute Makassar-Wamena. Ini bukan sekadar penerbangan biasa, melainkan pembuka kunci yang selama ini membelenggu laju ekonomi di wilayah Papua Pegunungan.
Selama ini, distribusi barang dan mobilitas masyarakat Wamena sangat bergantung pada penerbangan dari Jayapura, yang seringkali memakan biaya tinggi dan waktu yang panjang. Kedatangan Sriwijaya Air ini membuka era baru, memutus rantai biaya logistik yang mencekik dan menghidupkan denyut nadi ekonomi lokal. Dengan jalur yang lebih efisien, diharapkan harga kebutuhan pokok dapat lebih stabil, dan potensi pariwisata serta komoditas unggulan lokal bisa terangkat.

Pj. Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, bersama seluruh jajaran pejabat dan tokoh masyarakat, menyambut hangat momen ini. “Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” ujarnya. “Terima kasih kepada Ibu Wamendagri yang telah berjuang keras untuk mewujudkan hal ini. Ini adalah langkah besar bagi kemajuan kami.”
Air mata haru dan senyum kebanggaan di wajah Dr. Ribka Haluk dan masyarakat setempat menjadi bukti bahwa pembangunan di Papua bukan hanya tentang infrastruktur fisik, melainkan juga tentang pemenuhan janji dan harapan. Momen sujud syukur di atas aspal Wamena menjadi kisah yang mengukir sejarah, bahwa Papua Pegunungan kini selangkah lebih maju, terhubung dengan dunia, dan siap menyongsong masa depan cerah menuju Papua Emas 2045.



